PEMAHAMAN ULAMA TERHADAP MENGUATNYA TRADISI KAWIN MAUPAH DI NAGARI BINJAI KABUPATEN PASAMAN

Penulis

  • Wina Nofiani Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia
  • Busyro Busyro Universitas Islam Negeri Sjech M. Djamil Djambek Bukittinggi, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.65980/almuhkam.v1i1.3

Kata Kunci:

Pernikahan, Kawin Maupah, Ulama, Tradisi

Abstrak

Kawin maupah di Nagari Binjai merupakan fenomena yang sering terjadi dan sepertinya semakin menguat dan diwajibkan bagi pasangan suami istri yang sudah bercerai dengan talak tiga. Kawin maupah ini dipraktikkan dengan cara memberikan upah kepada seorang laki-laki untuk menikahi janda yang ditalak tiga, dan perkawinan itu berlangsung singkat karena harus ditalak setelah akad nikah. Penelitian bertujuan untuk mendalami pemahaman ulama setempat terkait semakin menguatnya perkawinan Kembali setelah talak tiga. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) yang yang dideskripsikan secara kualitatif. Sumber data diambil dari ulama setempat dan beberapa pihak yang melaksanakannya. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan sumber data di atas. Hasil penelitian menunjukkan bawa praktik kawin maupah dipicu oleh persepsi masyarakat terhadap wanita yang ditalak tiga kali, dianggap setara dengan kotoran anjing, dapat diterkam oleh binatang buas, tidak diberi doa di rumahnya, tidak akan mencium bau surga kalau meninggal dalam keaadaan talak tiga dan menjadi bahan omongan di lingkungan sekitar. Sementara itu pemahan ulama di Nagari Binjai Kabupaten Pasaman terhadap menguatnya tradisi kawin maupah ini bervariasi, sebagian menentang tradisi ini dengan alasan bertentangan dengan Islam. Ketidaksepakatan ulama tersebut berakibat semakin menguatnya kawin maupah setelah talak tiga.

Referensi

’Uwaidah, S. K. M. (2017). Fiqih Wanita (1st ed.). Fathan Media Prima.

Al-Azizi, A. S. (2017). Sakinah Mawaddah Wa Rahmah (1st ed.). DIVA Press.

Al-Munawwir, A. W. (1997). Kamus Al-Munawwir Arab-Indonesia Terlengkap (1st ed.). Pustaka Progressif.

Az-Zuhayli, W. (n.d.). Fiqih Islam Wa Adillatuhu 9. Gema Insani Press.

Azzam, A. A. M., & Hawwas, A. W. S. (2009). Fiqih Munakahat (1st ed.). Amzah.

Busyro. (2017). Menyoal Hukum Nikah Misyâr Dalam Potensinya Mewujudkan Maqâshid al A?liyah dan Tab’iyah Dalam Pekawinan Umat Islam. Al-Manâhij Jurnal Kajian Hukum Islam, 11(2), 215–232. https://doi.org/10.24090/mnh.v11i2.1297

Mas’ud, I., & Abidin, Z. (n.d.). Fiqih Mazhab Syafi’i. Pustaka Setia.

Nasution, M. S. A. (2022). Filsafat Hukum Islam Dan Maqashid Syariah (2nd ed.). Kencana.

Ni’mah, M. (2019). Pernikahan Dalam Syariat Islam. Cempaka Putih.

Salim, A. M. K. bin S. (2008). Fiqhu As-Sunnah An-Nisa’. Pustaka Ibnu Katsir.

Saputra, E., & Busyro. (2018). Kawin Maupah: An Obligation to Get Married After Talak Tiga in the Tradition of Binjai Village in Pasaman District a Maqâsid al-Sharî’ah Review. Qudus International Journal of Islamic Studies, 6(2), 181–219. https://doi.org/10.21043/qijis.v6i2.3738

Sinaga, M. H. P., Pratiwi, N., & Sari, I. P. (2021). Pernikahan Dalam Islam. PT KomputindoElex Media.

Sudarto. (2017). Fiqih Munakahat (1st ed.). CV Budi Utama.

Yunus, M. (1990). Kamus Arab- Indonesia. Hidakarya Agung.

Yusuf, M. (2014). Metode Penelitian. Prenada Media.

Interviews

Aziz, A. (2023, April 16). Interview. Tokoh Masyarakat Binjai.

Basa, S. I. (2023, December 26). Interview. Imam Nagari Binjai.

Hijau, A. M. D. B. (2023, December 29). Interview. Ninik Mamak Nagari Binjai.

Ili. (2023, December 31). Interview. Pelaku Kawin Maupah.

Ilin, K. (2023, December 29). Interview. Tokoh Masyarakat Binjai.

Labiah, A. D. (2023, December 26). Interview. Ketua Kerapatan Adat Nagari Binjai.

Madi. (2023, December 31). Interview. Pelaku.

Matan, K., & Juli, I. (2023, December 30). Interview. Imam Dan Khatib Nagari Binjai.

Mushalla, A. T. (2023, December 25). Interview. Imam Nagari Binjai.

Niyun. (2023, December 29). Interview. Pelaku Kawin Maupah.

Nurlaili. (2023, December 26). Interview. Pelaku Kawin Maupah.

Sinaro, S. K. (2024, January 1). Interview. Khatib Nagari Binjai.

Supiak. (2023, December 25). Interview. Pelaku Kawin Maupah.

Syahrial. (2023, December 29). Interview. Bamus Nagari Binjai.

Syamsunir. (2023, December 28). Interview. Pengurus Kawin Maupah.

Tanjung, P. (2023, December 25). Interview. Imam Dan Khatib Nagari Binjai.

##submission.downloads##

Diterbitkan

2025-06-30

Cara Mengutip

Nofiani, W., & Busyro, B. (2025). PEMAHAMAN ULAMA TERHADAP MENGUATNYA TRADISI KAWIN MAUPAH DI NAGARI BINJAI KABUPATEN PASAMAN. Al Muhkam: Journal of Islamic Law and Jurisprudence, 1(1), 1–19. https://doi.org/10.65980/almuhkam.v1i1.3